Kamis, 29 November 2012

Kecelakaan Pesawat, Lebih Aman Pelampung atau Bantalan Kursi?


img

Selain baju pelampung, alat lain yang digunakan penumpang pesawat untuk menyelamatkan diri adalah bantalan kursi. Tapi sebenarnya mana yang lebih ampuh? Bantalan kursi atau baju pelampung?


Tahukah Anda kalau penumpang pesawat di AS harus memiliki perangkat bantalan kursi yang bisa mengapung? Tapi syarat ini hanya berlaku untuk penerbangan yang berjarak kurang dari 50 mil atau 81 km. Untuk penerbangan lebih dari itu, penumpang tetap diharuskan mengenakan baju pelampung saat terjadi kecelakaan pesawat.

Peraturan ini berarti, untuk penerbangan domestik seperti dari New York-Miami, atau Los Angeles-San Francisco, para penumpang tidak diwajibkan mengenakan baju pelampung. Mereka bisa menggunakan bantalan kursi yang bisa mengapung jika pesawat mendarat di laut, demikian ditengok dari Huffington Post, Rabu (28/11/2012).

Tergelitik melihat persoalan ini, acara This vs That pun melakukan penyelidikan, mana yang lebih penting antara baju pelampung atau bantalan kursi yang mengapung ketika melakukan pendaratan darurat di air?

Flashback ke belakang, sekitar tahun 1952 pernah terjadi 14 pendaratan darurat di atas air. Dari 14 penerbangan dengan jumlah penumpang 834 orang, sekitar 573 orang berhasil selamat. Sisanya, kedapatan meninggal di dalam air karena hipothermia.

Pada tahun 2005, Penerbangan Tuninter 1153 mengalami kecelakaan sekitar 18 mil atau 29 km dari lepas Pantai Sisilia. Saat itu ada 35 penumpang yang ikut, dan 15 dipastikan tewas. Sedangkan 20 penumpang lain terapung-apung dengan bantalan kursi di laut selama 46 menit sebelum diselamatkan. Beruntung saat itu air laut sedang hangat, penumpang jadi tidak mengalami hipothermia.

Setelah 2005, masih ada lagi kecelakaan yang terjadi dalam sejarah penerbangan AS, yaitu pada 15 Januari 2009. Saat itu Penerbangan AS 1549 mengalami pendaratan darurat di atas Sungai Huston yang bersuhu 41 derajat Fahrenheit atau 5 derajat Celcius.

Pada suhu seperti itu, tubuh manusia bisa mengalami hipothermia kurang dari 3 menit. Saat itu, korban akan mulai menggigil, gigi mulai gemetaran dan perlahan panas tubuh akan hilang. Parahnya, para korban bisa tidak sadarkan diri. Mereka pun tidak bisa menyelamatkan diri.

Oleh karena itu, para penumpang yang telah putus asa akan terus memegang bantalan kursi yang bisa mengapung. Tapi dalam kondisi menggigil seperti ini, ternyata penumpang yang mengenakan baju pelampung lebih beruntung.

Mereka yang mengenakan baju pelampung bisa mendapat posisi lebih menguntungkan dengan mengapit tangan antara pelampung. Ia tidak perlu banyak bergerak untuk bisa berada di posisi yang sama, karena pelampung akan membiarkannya dalam posisi yang tetap.

0 komentar:

Posting Komentar

harap dikoment yahh