Sabtu, 01 Desember 2012

klise

Bacaan: Yesaya 29:9-16
dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku.- Yesaya 29:13
Sepucuk surat cinta berisi kata-kata puitis ditujukan seorang pemuda kepada gadis impiannya. Ia menulis seperti ini : Sayang, ‘kan kudaki gunung tertinggi, kuseberangi lautan terdalam, kulewati gurun terpanas, kupertaruhkan semua hidupku untuk bisa mendapatkanmu. Lalu dibagian paling bawah ada catatan tambahan :
NB : Aku akan menemuimu Sabtu ini, asal tidak hujan. Huu… mungkin kita akan kompak menyorakinya dengan mengacungkan jempol yang diarahkan ke bawah.
Banyak orang Kristen tidak jauh beda dengan pemuda tersebut. Paling hebat kalau berdoa, “Aku sungguh mengasihiMu.” Paling nyaring kalau menyanyi, “Setia, setia sampai mati.” Paling jago kalau berujar, “Semuanya untuk Yesus.” Namun sayang, itu semua tak lebih dari kata-kata klise belaka. Kenyataan yang terjadi sangat bertolak 180 derajat.
Kita berkata mengasihi Tuhan, namun pada saat yang sama kita sedang merangkul ilah-ilah lain. Hati kita bercabang, mengasihi Tuhan ya, namun meninggalkan kenikmatan dunia juga sayang. Jangankan setia sampai mati, hujan gerimis pun akan mengurungkan niat kita untuk pergi ke gereja. Sedikit orang Kristen yang benar-benar water-proof (anti air). Semuanya untuk Yesus? Yang benar saja. Bukankah rasa sesal menyesakkan hati ketika kita salah mengambil uang dalam
dompet saat memberikan kolekte di gereja? Selain itu, bukankah sering kita menganggap bahwa tubuh kita adalah milik kita sendiri yang bebas kita gunakan semau-maunya untuk berbuat dosa? Dengan kehidupan yang seperti ini, apa benar semuanya untuk Yesus?
Mengasihi Tuhan tidak bisa hanya dengan kata-kata. Mengasihi Tuhan seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata dan diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari. Satu tindakan kecil untuk Tuhan jauh lebih berarti dibandingkan dengan seribu kata-kata indah untuk memuja-Nya. Satu ketaatan kecil lebih bernilai
dibandingkan doa yang diobral tanpa makna.
Satu tindakan nyata lebih berarti daripada seribu kata mutiara.
1 Yohanes 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita
Kita menyembah dan memuliakan Tuhan Yesus karena untuk itulah kita diciptakan, sebagai kekasih-kekasih Tuhan yang oleh Darah Yesus kita dilayakkan menjadi umat kesayangan-Nya

Menyembah bukan karena butuh pertolongan-Nya, tetapi karena kita mau bersyukur sebab Kasih Allah besar kepada kita

0 komentar:

Posting Komentar

harap dikoment yahh