This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label News International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News International. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

Militer Israel Ambil Alih Siaran TV Hamas





Gaza, - Militer Israel mengambil alih siaran stasiun televisi Hamas di Gaza. Ini dilakukan di tengah terus berlangsungnya serangan-serangan Israel ke wilayah Gaza.

Menurut pihak TV Al-Aqsa, stasiun TV resmi para penguasa Hamas di Gaza, militer Israel "mengintervensi TV Al-Aqsa". Akibatnya, tayangan televisi hilang dan timbul selama beberapa jam.

"Kami mengambil alih televisi Hamas untuk menyiarkan peringatan-peringatan," kata juru bicara militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (19/11/2012). Hal ini akan berlangsung selama beberapa jam.

Sebelumnya pada Minggu, 18 November kemarin, militer Israel mengambil alih siaran-siaran radio Hamas di Gaza selama beberapa jam. Pada hari yang sama, setidaknya delapan jurnalis terluka ketika jet-jet tempur Israel membombardir dua gedung media di Gaza City. Militer Israel menyebut telah menargetkan tempat-tempat komunikasi Hamas.

Usai serangan itu, militer Israel mengeluarkan pernyataan yang menyerukan para jurnalis internasional untuk menjauh dari basis-basis dan fasilitas Hamas.

Serangan-serangan Israel ke Gaza hari ini telah memasuki hari keenam. Dalam serangan hari ini, sedikitnya 13 warga Palestina tewas. Ini berarti total jumlah korban jiwa dalam serangan Israel selama enam hari terakhir telah mencapai 90 orang.








Israel Kembali Serang Kantor Media Hamas, Komandan Pasukan Al Quds Tewas



Gaza City, - Israel kembali menyerang kantor media Palestina di Gaza. Bahkan Israel mewanti-wanti jurnalis asing yang ada di Gaza untuk segera keluar dari wilayah konflik itu.

Dilansir dari aljazeera.com, Selasa (20/11/2012), sebuah kantor pusat media diserang untuk kedua kalinya ketika jet tempur Israel menggempur menara Shuruq di Kota Gaza. Beberapa media internasional diketahui berkantor di gedung yang diserang itu, di antaranya Sky News dari Inggris dan Al Arabiya Arab Saudi. Sedangkan media lokal yang berkantor di sana adalah media resmi milik Hamas, Al Aqsa TV.

Satu orang tewas akibat serangan itu diketahui bernama Ramez Harb. Kelompok Jihad mengidentifikasi Ramez sebagai komandan senior di organisasi sayap bersenjata, Al Quds Brigade.

Selain itu, sehari sebelumnya Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan terdapat delapan wartawan yang terluka saat serangan pertama ke menara Shuruq. Namun juru bicara pemerintah Israel Mark Regev membantah jika pihaknya dikatakan menargetkan serangan kepada wartawan. Regev mengatakan sasaran utama Israel adalah peralatan komunikasi Hamas yang ada di gedung itu.

"Hamas menggunakan fasilitas komunikasi pada bangunan tempat para wartawan itu berada," kata Regev. Peralatan komunikasi yang dimaksud Regev adalah Al Aqsa TV.

"Sama seperti dalam rezim totaliter lainnya, media yang digunakan oleh rezim untuk komando dan kontrol dan juga untuk tujuan keamanan, dari sudut pandang kami, itu bukan jurnalis yang sah," tambahnya.

Dia juga mengingatkan jurnalis asing untuk meninggalkan gedung itu. Serangan Israel di Jalur Gaza telah memasuki hari keenam dengan korban tewas keseluruhan mencapai 102 jiwa.